MARI BERBAGI BERSAMA

bagaz-zone.blogspot.com
Home » » KONDISI FISIK WILAYAH INDONESIA

KONDISI FISIK WILAYAH INDONESIA

Written By BAGAS-ZONE on Minggu, 08 Juli 2012 | 06.15


A. LETAK INDONESIA
1. Letak Astronomis
Letak astronomis adalah letak suatu negara berdasarkan garis lintang dan garis bujur.Letak astromomis Indonesia di antara garis lintang 60 LU - 110 LS dan garis bujur 950 BT-1410 BT. Wilayah paling utara yang terletak 60 LU adalah P. We, paling selatan terletak 110 LS adalah P Rote (NTT). Wilayah paling barat yang terletak 950 BT yaitu P. We,dan paling timur yang terletak 1410 BT adalah Kota Merauke(Papua)
Berdasarkan letak lintang Indonesia beriklim tropis dengan ciri-ciri
a.         Temperatur udara rata-rata 260-280 C
b.        Matahari bersinar sepanjang hari
c.         Curah hujan tinggi rata-rata 2000 mm/tahun
d.        Terdapat keanekragaman hayati
Berdasarkan garis bujur wilayah Indonesia dibagi menjadi 3 daerah waktu.
Setiap daerah waktu selisih 15 = 60 menit (1jam).Pembagian daerah waktu Indonesia adalah:
a.         Waktu Indonesia Barat (WIB)
Wilayah WIB meliputi pulau Sumatra,Jawa,Madura,Kalimantan Barat,dan Kalimantan Tengah.Perbeda waktu antara WIB dengan Greenwich adalah 7 jam.
b.        Waktu Indonesia Tengah (WITA)
Wilayah WITA meliputi pulau Bali, Kepulauan Nusa Tenggara, Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan dan pulau Sulawesi.Perbedaan waktu WITA dengan Greenwich adalah 8 jam
c. Waktu Indonesia Timur (WIT)
Wilayah WIT meliputi wilayah Maluku dan Irian Jaya (Papua) Perbedaan waktu antara WIT dengan Greenwich adalah 9 jam


2. Letak geografis
Letak geografis adalah letak suatu negara dilihat dari kenyataan sebenarnya dimuka bumi.Secara geografis wilayah Indonesia terletak pada posisi silang yang strategis di antara dua benua dan dua samodra.



3. Letak Geologis
Letak geologis adalah letak wilayah atau negara dilihat dari batuan­batuan pembentuknya. Berdasarkan letak geologis wilayah Indonesia dibagi menjadi tiga zone yaitu:
a.      Zone Dangkalan Sunda/sebelah barat yang meliputi P.Jawa, dan Pulau Kalimantan
b.      Zone Indonesia Tengah (antara dangkalan Sunda dan dangkalan sahul), zone ini dikelilingi laut yang dalam yang memisahkan/batas antara benua Asia dan benua Australia.Zone ini meliputi pulau­pulau di Kepulauan Maluku

c. Zone dangkalan Sahul,zone ini sebelum es mencair menjadi satu dengan Benua Australia, hal ini dibuktikan dengan jenis batuan yang sama dengan jenis batuan Australia.Zone ini meliputi Pulau Irian dan pulau-pulau kecil di sekitranya.
Berdasarkan letak geologisnya mempunyai dampak:
a)      Rawan gempa karena wilayah Indonesia merupakan pertemuan lempeng besar dunia, yaitu Lempeng Benua Eurasia, Lempeng Hindia –Australia ,dan Lempeng Samodra Pasifik.
b)     Rawan bencana gunung meletus karena Indonesia merupakan pertemuan jalur Sirkum Pasifik dan Sirkum Mediterania

B. Pengaruh letak geografis terhadap perubahan musim di Indonesia
1. Gerak semu matahari kaitannya perubahan musim
   
Letak geografis Indonesia yang terletak antara 2 benua dan 2 samodra akan mempengaruhi perubahan musim.Musim di Indonesia dipengaruhi angin muson yang bertiup dan berganti arah setiap 6 bulan sekali karena perbedaan suhu udara di belahan bumi yang berbeda. Perbedaan suhu dipermukaan bumi ini dipengaruhi oleh gerak semu matahari.


2. Musim di Indonesia
Indonesia mempunyai tipe angin musim atau angin muson.Angin muson adalah angin yang bertiup dan berganti arah setiap enam bulan sekali sesuai gerak semu matahari.Angin muson ada 2 macam:
a.      Angin Muson Barat
Angin muson barat artinya angin muson yang bertiup dari arah baratdari Asia menuju Australia yang bertiup pada bulan Oktober-April. Angin ini bertiup dari daratan Asia melewati samodra yang luas (Samodra Hindia) sehingga bersifat basah karena banyak mengandung uap air dan menyebabkan musim hujan di Indonesia
b.      Angin Muson Timur
Angin muson timur bertiup dari arah timur menuju Benua Asia. Angin muson timur ini berhembus mulai dari atas Benua Australia , yang wilayahnya berupa gurun pasir yang kering. Kemudian melewati laut yang sempit sehingga kandungan uap air yang dibawa hanya sedikit sehingga mendatangkan musim kemarau bagi sebagian besar wilayah Indonesia. Angin muson timur bertiup pada bulan April-Oktober.
Masa di antara datangnya pergantian kedua musim tersebut, disebut musim Pancaroba. Musim pancaroba di Indonesia ada dua yaitu Musim Mareng merupakan pergantian dari penghujan ke kemarau, dan Musim Labuh merupakan pergantian dari kemarau ke penghujan.

C. FLORA DAN FAUNA INDONESIA
1. FLORA INDONESIA
Dunia tumbuhan yang ada di permukaan bumi sering disebut dengan istilah FLORA. Jenis tumbuhan yang ada di Indonesia kurang lebih ada 25.000 jenis. Hal ini disebabkan Wilayah Indonesia yang terletak di daerah tropis yang mempunyai curah hujan dan suhu yang relatif tinggi
Faktor –faktor yang mempengaruhi persebaran flora di Indonesia:
a.         Iklim
Pengaruh suhu udara dan curah hujan akan berpengaruh terhadap jenis tumbuhan yang dapat hidup disuatu tempat. Daerah yang curah hujannya tinggi akan memiliki jenis tanaman yang lebat.
b.        Keadaan tanah
Perbedaan jenis tanah akan menentukan jenis flora yang dapat hidup di daerah tertentu.
c. Relief tanah
Relief tanah sangat berperanan terhadap variasi (panas, sedang, sejuk dan dingin) sehingga terdapat berbagai jenis tumbuhan sesuai dengan suhunya.
1. Berdasarkan kondisi iklim, relief dan kesuburan tanah, hutan dibedakan sebagai berikut.
1) Hutan Hujan Tropis
Hutan hujan tropis merupakan hutan dengan pepohonan yang tinggi dan rapat, tingginya mencapai 60m, Ciri-ciri hutan hujan tropis: berdaun lebar, selalu hijau

·      terdapat epifit, lumut dan palm
·      banyak terdapatpohon panjat
Hutan ini terdapat di Sumatera, Kalimantan, Jawa Barat, Sulawesi, Maluku Utara, dan Papua.
2) Hutan Musim
Hutan musim adalah hutan yang dipengaruhi oleh musim.
Hutan musim mempunyai ciri-ciri sebagai berikut:
·      pohon-pohonnya lebih jarang
·      mempunyai ketinggian 12-35 m
·      daunnya pada musim kemarau meranggas
Contoh : Hutan jati di Jawa tengah dan Jawa Timur
3)   Hutan Sabana
Hutan sabana/savana adalah padang rumput dan diselingi oleh pohon perdu. Hutan tersebut kita jumpai pada daerah-daerah yang musim kemaraunya panjang dengan curah hujan kecil, contoh misalnya di Baluran Jawa Timur, Nusa Tenggara.
4)      Hutan Bakau
Hutan bakau terdapat di daerah pantai dengan tumbuhan mangrove. Terdapat di pantai utara Jawa, pantai timur Sumatera, Riau.
2. Pengelompokan flora di Indonesia
Secara garis besar flora di Indonesia dikelompokan menjadi:
1)             Flora wilayah Indonesia Barat
Meliputi : Pohon Meranti, Kamper, Taluang dan Mahoni Bercorak Asia dan termasuk hutan hujan tropis. Penyebaran : Pulau Sumatra, Jawa, dan Kalimantan
2)                  Flora wilayah Indonesia Timur
Meliputi : Pohon Sagu dan Nipah
Bercorak Australia dan termasuk hutan hujan tropis. Penyebaran : Pulau Papua dan pulau-pulau sekitarnya.

3)         Flora wilayah Indonesia Tengah
Merupakan tipe peralihan antara wilayah barat dan timur dan termasuk hutan musim, yang meliputi : pohon kayu besi, pinus, kayu putih, bamboo,dan padang rumput.
Penyebaran : Pulau Sulawesi, Nusa Tenggara, dan Maluku.

2. FAUNA INDONESIA
Fauna di Indonesia jenisnya juga beranekaragam dan penyebaran tidak merata.Menurut catatan para ahli , di kawasan Indonesia ditempati kurang lebih 2.827 jenis fauna.Kriteria fauna Indonesia adalah:
1)      Adanya binatang menyusui berbadan besar seperti gajah, badak, kerbau, sapi, dan lain-lain
2)      Banyak dijumpai berbagai kera
3)      Banyak terdapat ikan air tawar
4)      Jenis-jenis burung tidak banyak macamnya
5) Banyak tipe ikan berbentuk lebar dan warna sesuai dengan warna airnya.
Fauna Indonesia secara garis besar dikelompokan menjadi tiga zone, yaitu:
a. Fauna Indonesia bagian Barat (Asiatis)
Fauna Indonesia bagian barat meliputi Pulau Sumatra , Jawa dan Kalimantan yang bercorak Asia .Ciri-ciri fauna Asiatis adalah:
·                Banyak binatang menyusui berukuran besar
·                Tidak dijumpai binatang berkantung
·                Tidak banyak jenis burung warna –warni
·                Banyak terdapat tipe kera
·                Banyak jenis ikan tawar
Batas antara fauna Asiatis dengan peralihan disebut Garis Wallace

b.          Fauna Indonesia Tengah (Peralihan)
Fauna daerah peralihan persebarannya mulai dari batas garis Wallace di bagian barat sampai batas garis Webber di bagian timur, yang meliputi Sulawesi, Nusa tenggara , dan Maluku. Contoh : Kuda, Tapir, Komodo, Anoa, Kuskus, Burung Maleo.
c.            Fauna Wilayah timur (Australis)
Fauna Indonesia bagian timur persebarannya mulai dari garis Webber ke arah timur sampai perbatasan wilayah Indonesia dan Papua Nugini .Ciri-ciri fauna Australis adalah:
·      Banyak binatang berkantung
·      Banyak jenis burung warna-warni
·      Ikan air tawar jumlahnya terbatas
·      Tipe ikan laut kebanyakan berbentuk bulat panjang

D. PERSEBARAN JENIS TANAH DAN PEMANFAATAN
Tanah merupakankulit bumi yang terluar yang merupakan hasil dari proses pelapukan.Di Indonesia terdapat bermacam-macam jenis tanah yang disebabkan oleh:
a.              Batuan induk yang berbeda
b.             Curah hujan yang berbeda
c.              Penyinaran matahari yang berbeda
d.             Perbedaan relief
e. Keberadaan penutup tanah
Karakteristik dari jenis-jenis tanah yang ada di Indonesia adalah:.
1.      Litosol, yaitu tanah yang baru mengalami pelapukan dan sama sekali belum mengalami perkembangan tanah. Berasal dari batuan-batuan konglomerat dan granit, kesuburannya cukup, dan cocok dimanfaatkan untuk hutan. Penyebarannya di : Jawa Tengah, Jawa Timur, Madura, Nusa Tenggara, Maluku Selatan dan Sumatera.
2.      Latosol, yaitu tanah yang telah mengalami pelapukan intensif, warna tanah tergantung susunan bahan induknya dan keadaan iklim. Latosol merah berasal dari vulkan intermedier, tanah ini subur, dan dimanfaatkan untuk pertanian dan perkebunan. Penyebarannya di seluruh Indonesia, kecuali di Nusa Tenggara dan Maluku Selatan.
3.       Aluvial ialah tanah muda yang berasal dari hasil pengendapan. Sifatnya tergantung dari asalnya yang dibawa oleh sungai. Tanah aluvial yang berasal dari gunung api umumnya subur karena banyak mengandung mineral. Tanah ini sangat cocok untuk persawahan. Penyebarannya di lembah-lembah sungai dan dataran pantai seperti misalnya, di Kerawang, Indramayu, Delta Brantas.
4.       Regosol, belum jelas menampakkan pemisahan horisonnya. Tanah regosol terdiri dari: regosol abu vulkanik, bukit pasir, batuan sedimen, tanah ini cukup subur. Jenis tanah latosol terdiri dari ; latosol merah kuning, cokelat kemerahan, cokelat, cokelat kekuningan. Tanah ini cocok dimanfaatkan untuk pertanian padi,

palawija, kelapa, dan tebu. Penyebarannya di sekitar lereng gunung­gunung berapi.
5.           Grumusol atau Margalit, terdiri dari beberapa macam; grumusol pada batu kapur, grumusol pada sedimen tuff, grumusol pada lembah­lembah kaki pegunungan, grumusol endapan aluvial. Kesuburan cukup subur. dimanfaatkan untuk pertanian padi, tebu. Penyebarannya di Madura, Gunung Kidul, Jawa Timur dan Nusa Tenggara.
6.           Organosol, mengandung paling banyak bahan organik, tidak mengalami perkembangan profil, disebut juga tanah gambut. Bahan organik ini terdiri atas akumulasi sisa-sisa vegetasi yang telah mengalami humifikasi, tetapi belum mengalami mineralisasi. Tanah ini kurang subur. Tanah ini belum dimanfaatkan, tetapi dapat dimanfaatkan untuk persawahan. Penyebarannya di Sumatera sepanjang pantai Utara, Kalimantan dan Irian Barat/Papua.






 

Share this article :

0 komentar:

Poskan Komentar

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. bagaz-zone - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger